Postingan

UNSUR-UNSUR INTRINSIK DONGENG

  UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERITA/DONGENG Unsur-unsur intrinsik cerita adalah unsur-unsur yang membangun suatu karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur intrinsik cerita antara lain: 1.      Tokoh, pelaku dalam cerita. Berdasarkan peranannya tokoh dibedakan menjadi dua, yaitu: a.      Tokoh utama, adalah tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita. Tokoh ini sering muncul, sering dibicarakan, dan tercantum dalam cerita. b.      Tokoh tambahan, adalah tokoh yang tidak memiliki peranan penting dalam suatu cerita karena kemunculannya hanya sebagai pelengkap cerita dan mendukung tokoh utama. Berdasarkan perwatakannya tokoh dibedakan menjadi tiga, yaitu: a.      Tokoh protagonis, adalah tokoh yang berwatak baik dan sebagai tokoh utama. b.      Tokoh antagonis, adalah tokoh yang berwatak jahat dan sebagai tokoh penentang dari tokoh utama....

Pengukuran panjang

Gambar
  Pengukuran panjang 1. Memilih Alat Ukur Panjang Sesuai dengan Benda yang Diukur. Alat-alat untuk mengukur panjang antara lain meteran dan penggaris. Meteran dan penggaris digunakan sebagai alat untuk mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda atau bangun. Bentuk meteran bermacam-macam, antara lain berikut. 1) Meteran pita Meteran pita digunakan untuk mengukur panjang dan lebar lembaran kain dan sering digunakan oleh penjahit. 2) Meteran rol besar Meteran rol besar biasa digunakan sebagai alat untuk mengukur panjang dan lebar tanah.  3) Meteran saku (rol kecil) Meteran saku (rol kecil) digunakan untuk mengukur bangun atau benda yang panjangnya kurang dari 10 meter. Orang yang sering menggunakan alat ini adalah tukang bangunan. Alat ini dinamakan meteran saku, karena dapat dimasukkan ke dalam saku dan dibawa ke mana-mana. 2. Satuan baku panjang dan hubungan di antaranya Satuan ukuran baku yang digunakan untuk mengukur panjang adalah km, hm, dam, m, dm, cm, dan mm. Perhati...

Hubungan Antar Pecahan

Gambar
 1.  Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Persen Pada dasarnya persen merupakan  bilangan pecahan , yaitu mempunyai pembilang dan penyebut. Hanya saja karena penyebut persen adalah selalu 100 maka disebut persen atau per seratus. Persen dilambangkan dengan %.  Cara mudah mengubah pecahan biasa ke persen yaitu dengan mengubah penyebut menjadi 100, karena persen merupakan per seratus. Contoh : Ubahlah pecahan berikut ke persen ! a. Agar 2 (penyebut) diubah menjadi 100, maka harus dikalikan dengan 50 sehingga pembilangpun juga harus dikalikan 50, Sehingga : b. Agar 4 (penyebut) diubah menjadi 100, maka harus dikalikan dengan 25 sehingga pembilangpun juga harus dikalikan 25 : c. Agar 8 (penyebut) diubah menjadi 100, maka harus dikalikan dengan 12,5 sehingga pembilangpun juga harus dikalikan 12,5 : Lain cara jika penyebut yang akan diubah menjadi persen tidak dapat diubah menjadi 100, misal : Maka penyelesainya adalah dengan membagi 100 dengan 3 (penyebut) => 100 : 3 = 33,3...

ULANGAN HARIAN SUBTEMA 1 TEMA 1

ULANGAN HARIAN TEMA 1 SUBTEMA 1   Keragaman budaya yang ada di Indonesia harus kita …. a.    Acuhkan                         b. Hiraukan c.     Biarkan                           d. Lestarikan 2. Sikap kita terhadap keberagaman budaya yang ada di Indonesia antara lain …. a.        Mencintai kebudayaan asing b.       Menjelekkan budaya daerah lain c.        Menghargai kebudayaan daerah lain d.       Hanya mengakui budaya daerahnya      3. Walau memiliki banyak keberagaman dan perbedaan, namun bangsa Indonesia tetap bersatu seperti                dalam semboyan …. a.        Ing Ngarsa Sung Tuladha b.  ...